ANGGOTA DPRA, Bardan Sahidi menginformasikan, berdasarkan pantauan pihaknya ke lokasi bencana longsor dan banjir di Aceh Tengah dan Bener Meriah bisa dipastikan telah terjadi kerusakan hutan (deforestasi) di hulu sungai dan kawasan hutan. Ini terlihat dari material yang turun dan menerjang bersama air bah dan banjir, seperti bongkahan kayu log, tunggul, lumpur, dan bebatuan.
Bardan Sahidi dalam laporannya kepada Serambi, tadi malam mengatakan, besar dan derasnya debit air di aliran sungai dan beberapa anak sungai dari lereng pegunungan dan melintasi areal persawahan dan kebun telah ikut menghanyutkan sedikitnya tiga jembatan.
Dia menegaskan, kerusakan hutan yang berat telah terjadi di dataran tinggi Gayo. Untuk antisipasi jangka panjang tak ada upaya lain kecuali menyelamatkan dan moratorium pembalakan hutan dan penebangan pohon. Menyelamatkan kawasan hutan di kawasan tengah adalah menyelamatkan Provinsi Aceh, karena sejumlah aliran sungai dari Aceh Tengah dan Bener Meriah bermuara ke pesisir Aceh, seperti Krueng Jambo Aye, Krueng Peusangan, Kuala Tripe, dan Pasir Putih. (Serambi Indonesia)