Banjir Meluas

Publication Date: 2015-04-20

BANDA ACEH - Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Aceh sejak Jumat (17/4) sore semakin meluas. Hampir seluruh wilayah di barat-selatan ikut terimbas dengan kondisi terparah di Aceh Barat dan Aceh Jaya.

Beberapa kawasan di Aceh Tengah dan Bener Meriah juga dilaporkan parah. Dari Aceh Barat dilaporkan, banjir dengan ketinggian antara 50 cm hingga 2 meter merendam sebagian besar wilayah tersebut termasuk Nagan Raya akibat meluapnya Krueng Meulaboh, Krueng Meureubo, dan Krueng Nagan.

Banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Pante Ceureumen telah merusak satu jembatan penghubung dan badan jalan putus di dua titik sepanjang 20 meter dengan kedalaman dua meter. Jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Alue Keumang-Babah Lueng menuju ke Menuang Kinco sepanjang 130 meter juga amblas. Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Kaway XVI, termasuk rusaknya 5,5

Di Meulaboh, 4 unit rumah di Kecamatan Johan Pahlawan juga rusak berat dan ringan akibat diterjang angin kencang yang tejadi Jumat (17/4) malam. Pada Sabtu siang kemarin, Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Inf Jaka Sutanta bersama prajurit TNI berhasil membuka jalan alternatif di kawasan Gampong Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen setelah badan jalan tersebut putus total diterjang banjir sepanjang 20 meter.

Data dari BPBD Aceh Barat menyebutkan, khusus di Kecamatan Pante Ceureumen, warga yang jadi korban banjir mencapai 4.381 jiwa dengan jumlah warga yang mengungsi 522 kepala keluarga. “Kami masih melakukan pendataan dan evakuasi korban yang terkurung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Saiful AB.

Dari Ketua IOF Aceh Barat, Abi Devi juga diperoleh informasi bahwa pada Sabtu kemarin, tim yang menggunakan kendaraan khusus berhasil menembus salah satu kawasan paling parah diterjang banjir yaitu Pasi Mesjid di Kecamatan Pante Ceureumen. “Tim kami berhasil menerobos ke Pasi Mesjid dan menyalurkan bantuan darurat untuk korban bencana di sana,” lapor Abi Devi.

Banjir juga merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Nagan Raya dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Banjir Nagan akibat meluapnya Krueng Lamie serta Krueng Nagan akibat hujan lebat sejak Jumat (17/4) sore.

Data dari BPBD Nagan Raya menyebutkan, sedikitnya dua kecamatan di wilayah ini juga ikut terendam banjir dengan jumlah masyarakat yang terimbas mencapai 6.531 jiwa atau 2.032 kepala keluarga. “Kami masih melakukan pendataan dan evakuasi korban,” kata Sekretaris BPBD Nagan Raya, M Yusuf Gadeng kepada Serambi, tadi malam.

Di Aceh Jaya, ribuan rumah di dua kecamatan, yaitu Teunom dan Pasie Raya terendam banjir sejak Sabtu (18/4) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Jaya, Amren Sayuna mengatakan, jumlah desa yang terendam sekitar 13 desa dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 1.000 lebih. Sejak sore kemarin, air terpantau mulai surut.

Dua sekolah di Kecamatan Susoh dan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diliburkan, Sabtu (18/4), akibat perkarangan dan ruang kelas terendam banjir luapan sejak Jumat (17/4) malam. Banjir juga mengakibatkan jebol saluran Irigasi Lhok Puntoi, Kecamatan Manggeng dan bronjong tebing pengaman aliran Sungai (Krueng) Baru, Kecamatan Lembah Sabil, sehingga merendam sejumlah gampong.

Dua sekolah yang diliburkan yaitu SDN 7 Susoh di Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh dengan 149 murid dan SDN 6 Jeumpa di Desa Ikhue Lhueng, Kecamatan Jeumpa dengan 112 murid. “Diliburkan karena ruang belajar terendam,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Abdya, Edwar Taufik SPd.

Saluran beton induk Irigasi Lhok Putoi juga ambruk sepanjang 15 meter dan sedikitnya enam gampong terendam, antara lain Lhok Puntoi, Ladang Panah, Puso Ingin Jaya, Paya, Ujong Padang, Pante Raja, dan Seuneulop.

Bronjong pengaman tebing aliran Krueng Baru juga dilapor jebol di lokasi Desa Gelanggang Batee. Imbasnya, kata Camat Lembah Sabil, Usmadi SPd, terjadi luapan banjir yang menggenangi Desa Kuta Paya dan Desa Ujong Tanoh.

Wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, sejak Jumat (17/4) malam terendam. “Banjir sudah dua kali merendam, waktu surut pertama kami telah membersihkan perabot rumah. Namun ternyata banjir lagi,” kata korban banjir di Sidorejo.

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Aceh Selatan, Jumat (17/4) malam mengakibatkan ruas jalan nasional dan permukiman penduduk di tiga kecamatan, yakni Labuhan Haji, Tapaktuan, dan Sawang tergenang. Kendati banjir genangan tidak bertahan lama, namun kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan.

Pemerhati lingkungan di Aceh Selatan, Irwandi M Pante mengatakan, persoalan banjir genangan di Tapaktuan sudah menjadi langganan. “Banjir ini akibat drainase tidak berfungsi dengan baik,” kata Irwandi.

Di Aceh Tengah, sejak Jumat (17/4) malam hingga Sabtu kemarin, banjir terjadi di sejumlah kawasan seperti di Kecamatan Pegasing dan Celala. Selain banjir juga terjadi longsor di beberapa titik.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi, banjir bandang terjadi antara lain di Desa Linung Bulen, Kecamatan Pegasing. Satu jembatan yang menghubungkan Takengon-Jagong ambruk. Sebanyak enam sepmor yang diparkir di perkebunan juga tertimbun longsor. Ada 15 KK yang tinggal pada kawasan lereng di wilayah itu mengungsi karena khawatir ancaman longsor.

Selain itu, di Desa Pepalang, Kecamatan Pegasing, lima rumah sempat terendam. Musibah serupa juga terjadi di Desa Kuyun, Kecamatan Celala. Di sana sekira 34 rumah terendam.

Selain banjir, hujan yang mengguyur pada Jumat (17/4) malam juga menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik di Kecamatan Bies, Kecamatan Silihnara, Ketol, dan Celala. Longsor parah terjadi di Km 18 Desa Mergut, Kecamatan Bies. Di sana terdapat tiga titik longsoran yang menutupi jalan. Namun pagi kemarin sudah ditangani pihak BPBD Aceh Tengah dengan mengerahkan dua alat berat.

Longsor juga terjadi di Ketol meski tak parah. Longsor terparah terjadi di lintasan Takengon-Kuyun. Di sana terdapat belasan titik longsor. Tebing-tebing jalan yang labil berjatuhan menutupi jalan. Hingga sore kemarin, reruntuhan terlihat masih tampak bergerak, turun beserta air yang masih mengalir dari gunung. Selain jembatan Linung Bulen, Jembatan kecil Paya Beke-Remesen Kecamatan Silihnara juga terputus. Untuk sementara warga terpaksa melintasi jalur altertatif Rutih-Angkup. (SERAMBI INDONESIA)

URL: http://aceh.tribunnews.com/2015/04/19/banjir-meluas