9 Rekomendasi Sidang ke II Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh

Publication Date: 2015-09-19

HUTAN-ACEH.COM- Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh (KPBA) menggelar Sidang ke II, Jumat (18/09/2015) di gedung AAC Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.

Sidang Kaukus yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Aceh (DPRA) Muharuddin didampingi Wakil Ketua DPRA , Sulaiman Abda dan turut dihadiri Chairman dan para inisiator KPBA Teuku Irwan Johan, Kausar Muhammad Yus, Muhammad Amru dan Ramadhana Lubis.

Berikut ini rekomendasi dari sidang Kaukus II KPBA yang mengangkat tema " Manajemen Resiko Bencana". Disusun oleh tim perumus paska pemaparan dan diskusi dengan peserta yang hadir pada sidang dimaksud dan diibacakan oleh pimpinan sidang di penghujung acara:

1. Penanggulangan Bencana pada persiapan masyarakat bukan bertumpu pada respon melainkan pada mitigisasi dan kesiapsiagaan hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan masyarakat secara meluas. Dan perlu didukung anggaran Anggaran untuk kesiapsiagaan .

2. Perlu penengakan hukum yang konsisten untuk pengurangan resiko bencana.

3. Perlu ditingkatkan lagi komunikasi antara skpa dan legislative agar perencanaan yang telah disepakati tetap dilaksanakan dengan baik

4. Kebijakan koneksi lintas sektor terkait management resiko bencana belum terealisasi dengan baik. Anggaran pengelolaan lingkungan agar ditingkatkan sekurang-kurangnya 1% dari APBA

5. Perlu dikembangkan ekonomi kreatif berlandaskan upaya pemanfaatan hutan cerdas

6. Perempuan jangan hanya sebagai objek pembangunan tetapi sebagai pelaku dalam penanggulangan bencana

7. Seringnya terjadinya bencana membuktikan bahwa aceh belum memiliki Management Resiko Bencana yang baik, perlu dilakukan program kesiapsiagaan menghadapi bencana yang bebas dari agenda-agenda tersebunyi dan kepentingan-kepentingan ekonomi sesaat lainnya.


8. Perlu dikembangkan pola partisipasi secara luas terutama dengan melibatkan masyarakat adat dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana

9. Masyarakat international diserukan memberikan perhatian lebih sebagai kompensasi kepada masyarakat tempatan agar meningkatkan motivasi dalam menjaga lingkungan . (54)

URL: No link provided