Penguasa dan Pengusaha Berlomba Rusak Hutan

Publication Date: 2015-03-20

TAPAKTUAN – Suatu hal ironi terjadi terhadap kerusakan hutan di Aceh Selatan. Membangkitkan kesejahteraan rakyat dengan aksi perambahan lahan guna membuka perkebunan sawit menjdi salah satu alasan penguasa dan pengusaha disana.

Menurut data dinas kehutanan Aceh Selatan Perambahan hutan dilakukan sekelompok warga sudah mencapai 8.326 hektare, dari 75 persen luas hutan yang membentang di seluruh Kabupaten Aceh selatan.

“Pembalakan liar oleh masyarakat di kawasan hutan negara mengakibatkan semakin berkurangnya kawasan hutan di Kabupaten Aceh Selatan. Pembukaan lahan salah satunya menjadi perkebunan sawit kini sudah tumbuh pesat,” sebut Kepala Dinas Kehutan Tapaktuan, T Masrul, Senin (16/3) di Tapaktuan.

Dia juga mengatakan, perambahan dan pembalakan liar di hutan negara berada di kawasannya tersebut, dilakukan penguasa wilayah dan pengusaha, makanya pihaknya kewalahan dalam melakukan penertiban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan aparat jajaran Polres Aceh Selatan untuk menertibkan aksi ilegal dilakukan warga itu, namun tetap saja dimana ada hutan pasti ada pembalakan liar” katanya.

Selain itu, dia juga menyatakan kerusakan hutan, akan terjadi lebih parah lagi, dikarenakan adanya sejumlah, warga mencari batu akik dan giok, serta pertambangan dikawawasannya.

“Kita tetap memantau aksi warga dikawasan hutan, sekarang ini makin parah lagi warga sudah mulai naik gunung mencari batu, maka kerusakasan hutan makin parah,” ungkapnya.

Dia juga menyatakan, salah satu penyebab kerusakan hutan dipicu karena kurangnya pendidikan warga yang tinggal di kawasan hutan. Warga ingin berlomba- lomba merusak hutan dengan alasan demi kebutuhan hidup mereka.

“Kita sudah pernah kelokasi, saat kita katakan tentang kerusakan hutan mereka malah membantah. Kita diejek tak tau kasih solusi lagi bagi masayarakat,” ungkapnya. (ibi/rakyataceh.co)

URL: http://rakyataceh.co/2015/03/penguasa-dan-pengusaha-berlomba-rusak-hutan/