SINGKIL - Tak kurang dari seribuan warga turun ke muara Sungai Singkil, Rabu (1/4), untuk memburu buaya pemangsa warga pencari lokan di daerah itu. Selain warga, perburuan hewan buas itu juga melibatkan pawang buaya dan pejabat pemerintah, seperti Wakil Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid serta Sekdakab Aceh Singkil, Drs Azmi. Perburuan ini juga melibatkan tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, yang membawa perangkap buaya.
Dengan menaiki perahu, warga berusaha menangkap buaya, dengan cara memancing menggunakan kail terbuat dari besi. Beberapa ‘orang pintar’ terlihat berdoa di pinggir sungai untuk ‘memanggil’ buaya yang telah memakan manusia beberapa hari lalu. Konon, buaya yang telah memakan manusia itu akan menyerahkan diri begitu dipanggil oleh Sang Pawang.
Hingga siang kemarin, perburuan itu belum membuahkan hasil. “Di lokasi sarang buaya, warga hanya menemukan buaya berukuran kecil, namun belum berhasil ditangkap,” kata Azwir, warga yang ikut berburu buaya, kemarin.
Menjelang sore, semakin ramai warga yagn berdatangan ke lokasi. Mereka pun berbagi tugas. Sebagian turun ke sungai memburu buaya, sebagian warga lainnya membuka dapur umum untuk memasok logistik bagi para pemburu.
Perburuan buaya di muara dan aliran Sungai Singkil ini, dilakukan untuk mencegah buaya tersebut memangsa warga lainnya yang tinggal di sekitar sungai tersebut, dimana kebanyakan mereka menggantungkan hidup dengan mencari lokan di sungai.
Dalam beberapa tahun terakhir, warga mencatat ada belasan orang yang telah dimangsa buaya yang hidup di sungai dan laut wilayah itu. Namun, peristiwa terbaru, menimpa Yusril, penduduk Siti Ambia, Singkil, yang dimangsa buaya pada Minggu (29/3), saat ia menyelam ke dasar sungai untuk mengambil lokan. Beberapa warga sempat melihat tubuh Yusril dicabik-cabik oleh empat ekor buaya yang memangsanya pada Minggu sore itu.(de)