Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Prof Samsul Rizal menilai kebijakan moratorium loging yang berlaku di Provinsi Aceh belum berpengaruh signifikan terhadap menekan laju kerusakan hutan.
"Beberapa sumber mencatat setiap tahun ada sekitar 23 ribu hektare hutan di Aceh mengalami kerusakan sehingga penerapan moratorium itu belum berdampak signifikan," katanya di sela-sela membuka seminar nasional di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis.
Menurut dia, pembahasan mengenai lingkungan hidup selalu menjadi topik penting dalam kehidupan manusia sehingga laju kerusakan hutan yang terjadi harus mendapat perhatian seirus dari berbagai pihak.
Samsul Rizal mengatakan salah satu kontribusi yang diberikan perguruan tinggi "jantong hate" rakyat Aceh itu untuk pelestarian lingkungan yakni dengan membuka studi kehutanan dengan kampus yang berlokasi di Kabupaten Gayo Lues.
"Prodi ini nantinya diharapkan mampu melahirkan agen perubahan dalam memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," katanya.
Ia mengatakan selama ini juga sudah banyak alumni dari perguruan tinggi negeri (PTN) di provinsi ujung paling barat Indonesia itu berkiprah untuk menjaga kelestarian kawasan hutan.
Samsul menambah salah satu alum Unsyiah yang berkiprah menjaga kelestarian hutan dan mendapat penghargaan lingkungan 2014 dari Goldman Prize di Amerika bernama Rudi Putra.
Dalam seminar nasional bertajuk Pengelolaan Sumber Daya Alam, Kehutanan dan Lingkungan Hidup di Provinsi Aceh itu menghadirkan dua pemateri masing-masing Kepala Badan Litbang Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Prof San Afri Awang dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristek dan Ditjen Pendidikan Tinggi, Dr Illah Sailah MS. (antaraaceh.com)