Selama ini, untuk mengatasi konflik yang timbul antara manusia dengan gajah, yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh adalah dengan melakukan penggiringan. Namun, cara tersebut, dinilai tidak efektif, karena gajah akan kembali. Ini dikarenakan, wilayah yang didatangi gajah, merupakan daerah perlintasannya yang telah berubah menjadi perkebunan atau permukiman.
Bukan itu saja, penggiringan juga akan menghabiskan biaya, waktu, tenaga, serta mengancam nyawa tim yang melakukan penggiringan. “Gajah hanya pindah beberapa waktu, setelah itu kembali lagi,” ujar Genman Hasibuan, Kepala BKSDA Aceh, Senin (2/2/2015).